Ijazah Siswa SMP akan Ditahan Jika Adakan Konvoi

Pamekasan - Ini peringatan bagi wali murid dan siswa yang akan menggelar konvoi usai pengumuman kelulusan SMP. Sebab, bupati Pamekasan akan menahan ijazah setiap siswa SMP yang menggelar konvoi.

Ketegasan Khalilurrahman, orang nomor satu di Sumenep itu dilatarbelakangi oleh aksi konvoi siswa SMA, Senin (16/5/2011) lalu. Dalam aksi konvoi liar itu, bupati menilai peserta perempuan yang membuka jilbab dan menggunting rok adalah sebuah ironi melalukan bagi dunia pendidikan.



"Mestinya para siswi itu tak perlu sampai membuka jilbab dan menggunting rok. Apalagi ada seorang siswa yang malah nekad membuka baju dan hanya mengenakan mini set," sesal Kholilurrahman kepada sejumlah wartawan di Peringgitan, Jumat (20/5/2011).

Setelah mendengar laporan stafnya yang mengatakan peserta konvoi kelulusan SMA sudah kebablasan dan menabrak etika, maka Khlolilurrahman secara tegas mengancam akan menahan ijazah siswa yang masih menggelar konvoi.

Bupati Pamekasan itu mengatakan, ancaman menahan ijazah itu akan dilakukan bagi siswa SMP yang Senin pekan depan akan diumumkan kelulusannya. "Saya perintahkan seluruh kepala sekolah SMP dan yang sederajat, agar menahan ijazah siswanya yang kedapatan mengikuti konvoi liar," tandasnya.

Kegusaran Bupati Kholilurrahman akan konvoi liar pascakelulusan, tak berlebihan. Sebab, Februari 2011 lalu, Kabupaten Pamekasan sudah dicanangkan Menteri Pendidikan Nasional sebagai Kabupaten Pendidikan di Jatim.

0 komentar:

Posting Komentar

Banner

create your own banner at mybannermaker.com!
Tukeran Link Yuk Gan...!
create your own banner at mybannermaker.com!